Desa Sulangai Badung Utara, Semakin Menggeliat

Desa Sulangai Badung Utara, Semakin Menggeliat



     PERS(Sulangai Badung28/11/2017) – Badung Utara semakin mengeliat, pembangunan baik infrastruktur dan non infrastruktur terus digenjot, focus pembangunan desa, khususnya di Badung Utara menjadikan Desa-Desa Belahan Utara badung ini makin luarbiasa.
Berikut kutipan singkat temu wicara dengan Prebekel Desa Sulangai ; Pembangunan kita laksanakan sesuai dengan fisi dan misi kita menjadi Kepala Desa, menyatukan APBDes dengan APBD, sehingga kita akan lebih mampu melakukan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan aturan yang ada, juga berdasarkan dengan hasil rapat dengan komponen masyarakat juga tokoh masyarakat.
Pembangunan yang kami lakukan sesuai dengan anggaran desa dan juga disesuaikan dengan kebutuhan masing masing desa.    
     Sedangkan program pemberdayaan sudah kita lakukan kepada kelompok-kelompok masyarakat dan semua komponen masyarakat melalui “Dasa Wisma”, salah satunya kita memberikan bibit babi sebanyak berfariatif sesuai kebutuhan dan jumlah, hingga 200 bibit babi kepada semua banjar-banjar, melalui Dasa Wisma guna program pemberdayaan Perempuan.  Juga kita berikan kepada warga untuk keperluan alat sebagai masyarakat petani, mereka diberikan bantuan cangkul, sabit, dll, sesuai dengan data dinas (kebutuhan peralatan kerja).
   Kepada kelompok-kelompok yang ada SK, seperti kelompok ternak sapi,kita juga berikan bantuan bibit sapi, termasuk juga kelompok tani jahe merah, penghasil ijuk, pedagang canang, semua kita berikan bantuan untuk pengembangan usahanya.
    Beberapa banjar berada di dataran yang cukup tinggi seperti, Sulangai, Wanasari, Keling dan Abing, sistem air bersih mereka yang dikelola oleh PDAM, kondisi medan, sehingga aliran air mereka terus berkendala, juga akibat dari debit air yang tidak sesuai dengan jumlah pelanggan, kedepan kita akan mengupayakan untuk bisa memanfaatkan sumber – sumber air setempat untuk keperluan air keseharian sehingga semua kebutuhhan air di wilayah kami (ke 4 Banjar tsb)bisa terkafer. Dan saya sudah bersurat ke PDAM agar bisa dikelola di Desa Adat, dan PDAM sudah menjawab hal tersebut tidak ada masalah, tinggal proses mekanisme selanjutnya ditingkat pemerintah Kabupaten.  
  Semua kita lakukan sesuai dengan swadharma kami selaku perangkat sekaligus abdi Desa, semata – mata untuk kemajuan Desa Sulangai sendiri, sehingga pembangunan di Badung akan semakin menjadi merata tentunya. 
    Demikian temuwicara singkat dengan Kepala Desa (Prebekel Desa Sulangai) ; Komang Widiada.  (Tim)

Pers Indonesia