Kasus Pencabulan Anak Kembali Terjadi Di Jembrana

 

 
 

Kasus Pencabulan Anak Kembali Terjadi Di Jembrana


 PERSINDO(Jembrana) 26 Oktober 2017, Pelecehan anak di bawah umur kembali terjadi di Jembrana, bertempat di Polres Jembrana Sat Reskrim Polres Jembrana di pimpin Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai. S.I.K, mengadakan Pres Confrence dengan kasus Pencabulan anak di bawah umur, korban masih duduk di bangku sekolah dasar, pelajar kelas II benama  N I H,  asal Air Kuning, Jembrana, dengan tersangka bernama Marjuan alias Kakik Marjuan umur 42 profesi sebagai nelayan, asal Br. Air Kuning Jembrana.
  Kronologis kejadian pada hari Senin 09 Oktober 2017 sekitar pukul 11.30 Wita pada saat pulang sekolah tersangka mengajak korban janjian bertemu di belakang rumah tersangka dan menjanjikan akan memberikan korban uang sebesar 10.000,- setelah korban ganti baju kemudian korban minta ijin kepada neneknya untuk bertemu dengan tersangka, namun sempat dilarang oleh neneknya tapi korban tidak memperdulikan neneknya dan langsung pergi, setelah tersangka ketemu dengan korban langsung diajak ke TKP di kebun pisang, korban disuruh rebahan ditanah kemudian tersangka mengangkat rok korban dan membuka celana dalamnya, tersangka menyuruh korban tutup mata menggunakan tangan, korban pun menurutinya karna masih kecil tidak tau apa dengan janjian diberikan uang korban pun bersedia. Dengan posisi tersangka jongkok diatas tubuh korban kemudian tersangka mengangkat sarungnya dan mengeluarkan kemaluannya dan menggosok- gosokan di kemaluan korban, korban sempat mengintip dari celah tangannya.
    Tersangka memberikan uang kepada korban sebesar 10.000,- dan korban pun pulang kerumah dan   ditanya oleh orang tuannya, dengan lugunya korban mengatakan semua yang terjadi sebelumnya sampai dikasi uang oleh tersangka, orang tua korban tidak terima dengan ulah yang dilakukan tersangka kepada anaknya, orang tua korban melaporkan kejadian ini ke Sat Reskrim Polres Jembrana.
Atas laporan orang tua korban Tim Sat Reskrim Polres Jembrana yang di pimpin oleh Kasat Reskrim Polres Jembrana melakukan identifikasi ke Tempat kejadian dan melakukan penangkapan terhadap tersangka. Barang bukti yang diamankan 1 buah baju kaos warna orange bertuliasan sweet candy bergambar boneka, 1 buah rok warna merah dengan renda warna hitam, 1 buah celana dalam warna biru, 1 buah sarung warna coklat motif garis, 1 buah kameja motif batik warna putih dan biru, 1 buah uang pecahan Rp. 10.000,- .
Pelaku pedofilia ini di jerat dengan pasal: 86 ayat (1) dan ayat (2) UU RI NO. 17 THN 2016 tentang peraturan pemerintah pengganti UU NO. 1 THN 2016 tentang perubahan ke 2 atas UU RI NO. 23 THN 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang Yo pasal 64 KUHP dengan ancaman pidana kurungan minima 5 thn, maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp. 5.000.000.000.00.(sbk).

 
 
 

 

 

 
Pers Indonesia