Polres Jembrana Ciduk Perburu Satwa Di Taman Nasional

 

 
 

Polres Jembrana Ciduk Perburu Satwa Di Taman Nasional


   PERS (Jembrana) - Kamis 11 Januari 2018 Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo,S.I.K.,M.H dalam Press Conference Bertempat di Polres Jembrana  didampingi Kabag Ops Polres Jembrana Kompol M Didik Wiratmoko,S.H.,M.M dan Kasat Reskrim Polres jembrana ,Prihal  Kasus larangan pada setiap orang melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari taman nasional ,taman hutan raya dan taman wisata alamat ( Perburuan Satwa di Kawasan  Taman Nasional ).
    Dihadiri oleh awak media cetak,media online ,media elektronik dan humas Polres jembrana.
   Peristiwa terjadi pada Selasa 9 januari 2018 sekitar pkl 13.30 Wita didalam kawasan NTBB lingkungan penginuman,kel Gilimanuk Kec. Melaya  Kabupaten jembrana,yang dilakukan oleh 3 ( tiga ) orang pelaku masing masing berinisial M alamat lingkungan pertukangan Loloan Barat Jembrana,IS alamat Tegal Badeng Timur Kab.Jembrana dan M alamat Ketapang Muara Kab.Jembrana.
    Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo,S.I.K.,M.H,dalam Press Conference dengan awak media mengatakan,bahwa Polres Jembrana menerima limpahan kasus Larangan pada setiap orang melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari taman nasional ,taman hutan raya dan taman wisata alamat ( Perburuan Satwa di Kawasan  Taman Nasional ) dari Taman Nasional Bali Barat ( TNBB ).
    " Pelaku penangkap burung yang ada di Taman Nasional Bali Barat dengan menggunakan pancingan suara yang mirip suara burung sehingga burung yang akan di tangkap masuk perangkap kedalam pulut atau getah karet yang dipergunakan untuk menangkap." Ucap Kapolres Jembrana.
   Dikatakan lebih lanjut bahwa Kasus ini masih dalam proses penyidikan Sat Reskrim Polres Jembrana dan untuk saksi saksi sudah dilakukan pemeriksaan termasuk petugas dari Taman Nasional Bali Barat.
   " Barang bukti yang disita berupa satu ekor burung sirpu,satu ekor burung perenjak,tiga buah tas warna hijau,dua puluh sembilan potong bambu yang sudah berisi getah karet/purut,dua buah pipa paralon,dua buah parang,sepuluh buah paralon untuk tempat burung,lima buah bumbungan dari bambu,satu buah hp merk cross yang berisi suara burung untuk memikat burung,satu buah hp merk maxtron yang berisi suara burung juga," kata Kapolres  Priyanto.
   Tersangka dipersangkakan dengan pasal 33 ayat (3) yo pasal 40 ayat ( 2 ) UU no 5 tahun 1990 ttg KSDA dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun,pungkas Kapolres jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo S.I.K.,M.H.  (sbk)
 
 
 

 

 

 
Pers Indonesia